Kisah Nyata: Pengalaman Suami dengan Dunia Lain (15)


 

Beranjak dewasa, suami mengakhiri menuntut ilmu di pesantren saat 17 tahun. Suami memilih kuliah di salah satu perguruan tinggi (PT) di Malang. Di PT itu wajib mengikuti program MSAA. Mahaj Sunan Ampel Al-Aly, program selama tahun pertama yg mewajibkan mahasiswa-mahasiswanya untuk tinggal setahun di asrama.

Ada 5 gedung asrama. Suami kebagian gedung yg paling belakang, paling ujung, paling sepi, paling bebas dan paling seram. 

Dalam satu gedung terdapat empat lantai. Dalam satu lantai terdapat sekitar 50 kamar.

Kamar di lantai 1, khusus mahasiswa baru dalam negeri. Sementara itu kamar di lantai 2 ke atas, khusus mahasiswa luar negeri, seperti Sudan. Dengan begitu, kamar suami berada di lantai 1. Kamar mandinya terletak di pojok kanan-kiri gedung. 

Suatu malam, sekitar jam 11 malam, suami tiba-tiba terjaga. Keinginan buang air kecil tak tertahankan. Kemudian suami menunggu teman nya untuk ke kamar mandi. Nyari temen ceritanya.

"Wah, ada si Adi tuh. Ikut, ah,"

Suami saat melihat Adi yg berjalan ke arah kamar mandi. Suami pun mengikuti dari belakang. Kemudian melihat Adi berbelok ke kamar mandi. Suami pun menyusul. Tiba-tiba...

"Loh, kok Adi nggak ada? Tadi kan belok masuk ke kamar mandi."

Untuk meyakinkan, suami memeriksa semua kamar mandi. Hasilnya, nihil. Lari. Menjadi satu-satunya hal yg bisa dipikirkan dan dilakukan saat itu.

Kejadian seperti itu bukan hanya suami yg mengalami. Mahasiswa yg lain juga pernah mengalami. Pantas saja, asrama itu dapat julukan "paling seram".

Bersambung....





Komentar

Postingan Populer