Kisah Nyata: Pengalaman Suami dengan Dunia Lain (4)
Lulus MI, suami melanjutkan sekolah di pondok pesantren. Sebuah pondok pesantren yg merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia. Letaknya, di samping sungai Bengawan Solo. Pondok pesantren ini mengutamakan para santrinya untuk paham kitab-kitab. Mau tau pondok pesantren mana? Silakan Googling.
Jauh dari orang tua membuat suami sedih. Padahal baru beberapa jam ditinggal ayah. Duduk di tangga dari magrib hingga isya. Tidak banyak yg dapat dikerjakan suami saat itu, hanya melihat-lihat ke sekeliling, sambil mendengarkan senior melakukan kegiatan musyawarah.
Dari kejauhan, suami melihat seorang laki-laki yg berpakaian putih dengan sarung bermotif kotak-kotak menaiki tangga.
"Guru di sini kayaknya,"
Mata suami mengikuti gerakan sosok itu, yg menaiki tangga dengan perlahan-lahan.
Cling!
Tiba-tiba sosok itu hilang. Suami kaget. Akhirnya, berlari ke ruangan yang ada di ujung tangga. Tempat di mana para senior sedang melakukan kegiatan musyawarah.
Beberapa hari kemudian, ayah berkunjung. Suami menceritakan apa yg dilihatnya. Kemudian meminta pulang, nggak mondok lagi. Ayah tetap menyuruh suami untuk tetap belajar di pesantren itu.
Kemudian, ayah mengunjungi Pak Lik untuk menceritakan apa yg dialami suami.
"Nggak apa-apa, itu. Sosok laki-laki pakai kaos putih, kan? Pakai sarung kotak-kotak?"
"Iya,"
"Nggak apa-apa. Itu ucapan selamat datang. Kamu diterima di sana. Cuma ada dua kemungkinan alasan kenapa kamu ditampakin. Yg pertama, kamu bakal jadi santri yg baik. Yg kedua, kebalikannya, jadi santri yg nakal."
Penjelasan Pak Lik melalui Ayah cukup bisa membuat suami bertahan di pondok. Yg akhirnya bisa membuat suami 'kaya' akan cerita spiritual.
Bersambung....
Komentar
Posting Komentar