Kisah Nyata: Pengalaman Suami dengan Dunia Lain (8)
Dalam pondok, terdapat sekitar 100 WC. Dengan jumlah santri yg mencapai ribuan, harus didukung juga dengan sanitasi, dong.
Letak WC agak jauh di belakang pondok. Terpisah dengan asrama juga kantin. WC dibuat beberapa baris, dalam baris itu terdapat sekitar 50 WC. Dinding berdiri kokoh sebagai pemisah WC satu dengan yg lainnya. Namun, bak air dibuat panjang, dari WC ke-1 hingga WC ke-50. Oleh karena itu, dibuatlah celah di atas bak untuk aliran air juga gayung.
Jam menunjukkan sekitar pukul 09.30 malam. Para santri yg baru selesai solat jamaah isya, segera menuju kantin. Ya, jam makan malam pukul 09.30, memang benar-benar makan malam. Suami saat itu merasa perutnya mulas, memutuskan untuk ke WC dulu baru ke kantin.
Sesampainya di WC, ritual pembuangan dilakukan. Berjalan lancar, enggak ada yg aneh.
Tiba-tiba dari kamar WC sebelah, muncul gayung.
"Kan aliran airnya dari sini. Kenapa ada gayung dari sana. Kan berlawanan alira air. Angin? Nggak mungkin."
Gayung yg makin lama, makin terlihat bentuk gayung. Juga sesuatu yg ada di atasnya.
"Apa itu? Kok rambut? Rambut di kepala? Kepala menghadap belakang?!"
Suami kaget. Siapa yg enggak kaget kalau diperlihatkan seperti itu. Pikiran antara kabur atau meneruskan ritual pembuangan memenuhi kepala.
Setelah perdebatan panjang, suami memilih untuk tetap bertahan di sana, menyelesaikan ritual.
"Iya, lah. Kalau kabur gimana? Lagi nanggung,"
Kemudian gayung dan kepala itu pun pergi, mengikuti aliran air.
Bersambung...
Komentar
Posting Komentar