Kisah Nyata: Pengalaman Suami dengan Dunia Lain (12)

 


Sebagai bentuk keaktifan anggota geng terawang, suami ikut nongkrong bersama mereka. 

"Kenapa lu, Din? tiba-tiba Udin datang ke tongkrongan dengan memegang perutnya.

"Disantet, gue."

"Kok bisa?"

"Ada dukun ngamuk karena gua nangkep tuyulnya,"

"Lah, lu. Tuyul diem aja, malah ditangkep."

"Lagian tuyulnya berkeliaran di kampung deket pondok. Ya, gua tangkep,"

Kemudian, Udin menceritakan awal kisahnya disantet.

Udin bermimpi bertemu dengan sosok anak kecil, kepala botak, tapi wajah tua. Setelah diterawang sosok itu adalah tuyul yg berkeliaran di kampung dekat pondok pesantren.

"Mungkin mau masuk pondok tapi nggak bisa. Pagar gaib di pondok itu kuat."

Pagar gaib pondok tanpa sengaja dibuat kuat. Berkat zikir para ustadz dan santri. Memang, pondok pesantren tempat suami belajar agama, mengutamakan belajar kitab dan membiasakan berzikir bagi santri.

Udin yg memang saat itu sedang belajar spiritual, menangkap tuyul itu, kemudian membuangnya. Dukun sebagai 'peternak' tuyulnya marah, dong. Kemudian mengirim santet ke Udin.

Kebiasaan Udin adalah keluar-masuk pondok. Kebiasaan itu menjadi kelemahan Udin yg sebagai sasaran empuk santet si dukun. Santetnya berupa paku berkarat di dalam perutnya. 

Walaupun masih belajar, Udin tetap mencoba menyembuhkan dirinya sendiri. Berhasil. Paku berkarat keluar. 

Prinsip penyembuhan dalam geng terawang suami adalah disembuhkan secara gaib dan disembuhkan secara medis. Paku berkarat sudah keluar, tetapi pasti masih ada bekasnya kan? Bekas luka. Luka inilah yg diobati dokter secara medis. Dokter memutuskan bahwa Udin sakit maag.

Pertarungan antara Udin dan Dukun terjadi. Hasilnya, Udin menang walaupun dukun tetap hidup. Go, Udin!

"Mamas nggak mau dan nggak pernah minta diajarin ilmu spiritual sama temen-temen mamas satu geng itu. Karena nanti ujung-ujungnya pasti dibully."

Bersambung....

Komentar

Postingan Populer