Kisah Nyata: Pengalaman Suami dengan Dunia Lain (7)


Tidur di teras menjadi pilihan bagi banyak santri termasuk suami. Tidur lebih enak, udara lebih dingin, dan lebih luas dibanding kamar. 

Malam itu, lagi dan lagi suami tidur di teras. Bersama dengan teman yg sama di kejadian Suamiku Indihome (6), X. Di tempat yg persis sama, di samping jemuran.

Suami tiba-tiba terbangun di tengah malam. Entah mengapa. Pandangan suami tertuju pada atas jemuran. Ada sesuatu berwarna putih di sana. Pakaian yg dijemur? Bukan.

Suami pertegas lagi apa itu. Semakin di pertegas, sesuatu putih itu memiliki ikatan di atasnya. Semakin di pertegas lagi, sesuatu itu seperti poci atau permen sugus atau pocong. Banyak istilah keren untuk menyebut itu. Mei menyebutnya, poci.

Iya. Poci.

Poci itu memandang suami. Suami memandang poci. Mereka saling pandang. Ciyeeee.

Wajahnya hitam gosong.

Mata putih melotot.

Mengisyaratkan kemarahan.

Enggak lama, poci itu melompat. Melompat ke bawah, atas tanah. Padahal posisi kamar suami itu ada di lantai 2. Setelah sampai di atas tanah, poci memandang suami lagi. Mereka berpandangan lagi. 

Kemudian poci pergi melompati pagar pondok ke arah pinggir sungai Bengawan Solo. Kemudian dia hilang di tengah malam.

Suami? Lanjut tidur lagi, lah. Wkwkwk.

Bersambung...

Komentar

Postingan Populer